Minggu, 08 Februari 2009

JAM DINDING

Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu sorga. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana.


Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya.


Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi.


"Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup."


Sang malaikat menjelaskan, "Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda disini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya."


"Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh."


"Itu lagi, itu lagi," seru yang lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina."


Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.


"Oh, jam Indonesia ..... Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin." jawab sang malaikat.


Read More......

KEBUN TOMAT

Mira, gadis cantik yang senang berkebun, hampir putus asa karena tomat di kebunnya tidak tumbuh seperti yg ia harapkan, padahal segala cara sudah dicoba. Mulai dari pupuk, tehnik berkebun, pengairan, apa juga udah.

Heran melihat kebun tetangganya yg memiliki tomat bersemu merah terang dan sehat, suatu hari ia tidak tahan utk menanyakan resepnya.

"Sebenernya sederhana saja", kata Pak Tua tetangga Mira. "Dua hari sekali, setiap pagi dan sore saya mempertontonkan 'itu' saya di depan tomat-tomat saya. Akibatnya, tomat saya menjadi malu dan bersemu merah."

Termangu-mangu Mira mendengarnya. Krn udah putus asa dengan tehnik berkebun umum, maka Mira mencoba advis Pak Tua dengan mempertontonkan tubuhnya di hadapan tanamannya dua hari sekali.

Dua minggu berlalu, Pak Tua tetangga Mira mampir utk bertanya kemajuan usahanya.

"Gimana Mir, ada kemajuan dengan tomat-tomatmu?"
"Nggak tuh", kata Mira bersemangat, "Tapi anda harus lihat ukuran ketimun-ketimun di kebun saya!"

"Nggak KUKUH....." kata Mira sambil mengerling ala iklan Macho Man.....

Read More......

REVOLUSI SEKS

Sayang sekali. Sekarang kita mengalami revolusi seksual dan saya benar-benar sudah kehabisan amunisi!


Berhubungan seks dengan orang yang anda cintai benar-benar mengasyikkan. Seks tanpa cinta juga tidak terlalu mengecewakan.


Tadi malam saya memberikan penampilan terbaik saya di ranjang. Sayang sekali istri saya tertidur.


"Tom, kenapa sih kamu takut menikah dengan yang masih perawan?"


"Soalnya aku takut darah, Rick. "Bertahun-tahun orang belajar tentang seks, tapi hanya sekian menit dia mampu melakukannya."

Read More......

SUARA MISTERIUS

Seorang laki-laki sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba saja mobilnya mogok tepat di depan sebuah biara. Karena hari sudah gelap dan biara itu berada di sebuah pegunungan. Lelaki itu memutuskan untuk masuk ke biara untuk meminta pertolongan, maka diketuknya pintu biara dan ia berkata kepada para pendeta yang membukakan pintu "maaf permisi, mobil saya mogok, dan hari sudah malam, apakah saya boleh menginap disini satu malam saja!" Para pendeta itu dengan ramah menyambutnya, menyediakan makanan, bahkan memperbaiki mobilnya. Ketika si lelaki itu sudah hampir tertidur, tiba-tiba di dengarnya suara yang sangat aneh.


Keesokan paginya di bertanya ke para pendeta mengenai suara aneh yang didengarnya semalam. Tapi mereka berkata "Maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta" Si lelaki agak kecewa, tapi bagaimanapun dia tetap berterima kasih dan kembali meneruskan perjalanannya.


Beberapa tahun kemudian, lelaki yang sama mengalami kejadian yang sama pula, kendaraannya mogok di depan biara yang sama. Para pendeta kembali menyambutnya dengan sangat ramah, menyediakan makanan dan memperbaiki mobilnya, ketika si lelaki hampir tertidur, dia kembali mendengar suara aneh yang sama seperti yang di dengarnya beberapa tahun lalu.


Maka keesokan paginya lelaki itu kembali bertanya pada para pendeta, dan kembali pula pendeta-pendeta itu berkata "maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta. "Si lelaki benar-benar penasaran, lalu dia menjawab "okey....okey.........saya sudah nggak tahan lagi, kalau satu-satunya cara untuk tahu suara apa yang saya dengar itu adalah dengan menjadi pendeta, baiklah, tolong kasih tahu saya bagaimana caranya menjadi pendeta!" Salah seorang Pendeta menjawab, "Kamu harus berkeliling dunia dan sekembalinya, kamu harus bisa memberitahu kami berapa persisnya jumlah daun dan jumlah butiran pasir di bumi ini, kalau kamu sudah berhasil mendapatkan jumlah itu, maka kamu akan menjadi pendeta." Maka si lelaki itu melaksanakan tugasnya, setelah empat puluh lima tahun, dia kembali dan mengetuk pintu biara, dia berkata "saya sudah berkeliling dunia dan telah menghitung sepanjang perjalanan saya, saya juga terus bertanya kepada setiap orang yang saya jumpa, terdapat 145,236,284,232 helai daun dan 231,281,219,999,129,382 butir pasir di bumi ini."


Para pendeta menjawab "Selamat, kamu sekarang adalah seorang pendeta, oleh karena itu kami akan menunjukkan pada kamu jalan menuju suara yang kamu dengar dahulu. "Para pendeta membimbing lelaki itu ke sebuah pintu kayu, lalu pimpinan pendeta berkata "suara itu berasal persis di balik pintu ini" Si lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata pintu itu terkunci, lalu dia berkata "ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin bercanda, tolong berikan saya kuncinya..." Pemimpin pendeta memberikan kunci, lalu lelaki itu membuka pintu.


Di balik pintu kayu ternyata ada pintu lain, sebuah pintu batu, kembali si lelaki meminta kunci, pendeta memberikan kunci, dan si lelaki membuka pintu, dan ternyata dibalik pintu batu, masih ada pintu yang lain, sebuah pintu dari emas, kembali si lelaki meminta kunci, membuka pintu, lalu menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat dari perak, begitu terus yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari perunggu, pintu tembaga....hingga akhirnya para pendeta berkata "ini adalah kunci terakhir untuk pintu yang terakhir" lelaki itu akhirnya lega setelah capai dengan penantian.


Dibukanya pintu terakhir yang terbuat dari tanah liat, menyentuh pegangan pintu dan terpana luar biasa begitu melihat sumber suara yang telah membuatnya penasaran bertahun-tahun......







(geser ke bawah kalau pingin tahu sumber suara itu berasal...)







???

(terus ke bawah, sedikit lagi .....)







maaf kami tidak dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta... :(


Read More......
 
Template design by Amanda @ Blogger Buster